Tata Cara Dan Bacaan Sholat Gerhana

Published on March 2016
Bismillahirrohmanirrohim

Shalat gerhana dilakukan sebanyak dua raka’at dan ini berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun, para ulama berselisih mengenai tata caranya. Ada yang mengatakan bahwa shalat gerhana dilakukan sebagaimana shalat sunnah biasa, dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada sekali ruku’, dua kali sujud.

Ada juga yang berpendapat bahwa shalat gerhana dilakukan dengan dua raka’at dan setiap raka’at ada dua kali ruku’, dua kali sujud. Pendapat yang terakhir inilah yang lebih kuat sebagaimana yang dipilih oleh mayoritas ulama. (Lihat Shohih Fiqh Sunnah, 1: 435-437)

Ringkasnya, tata cara shalat gerhana -sama seperti shalat biasa dan bacaannya pun sama-. Berikut ini adalah tata tertib dan urutan shalat gerhana

    1. Niat
    Berniat di dalam hati dan tidak dilafadzkan karena melafadzkan niat termasuk perkara yang tidak ada tuntunannya dari Nabi kita shallallahu ’alaihi wa sallam dan beliau shallallahu ’alaihi wa sallam juga tidak pernah mengajarkannya lafadz niat pada shalat tertentu kepada para sahabatnya.
    2. Takbiratul ihram
    Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.
    3. Berdiri raka'at pertama
    Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat yang panjang (seperti surat Al-Baqarah) sambil dijaherkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih) sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:
Gerhana
    Yang artinya
    “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)
    4. Ruku' pertama raka'at pertama
    Lakukan ruku’ sambil memanjangkannya.
    5. I'tidal pertama raka'at pertama
    Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan "SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD". Dalam i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
    6. Ruku' kedua raka'at pertama
    Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya (ruku' pertama raka'at pertama).
    7. I'tidal kedua raka'at pertama
    Bangkit dari ruku’ (i’tidal) dan hanya membaca "SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH, RABBANA WA LAKAL HAMD"
    8. Sujud
    Lalu sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.
    9. Raka'at kedua
    Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana persis raka’at pertama (jumlah ruku' dan i'tidalnya)hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari raka'at pertama.
    10. Tahiyyattul akhir
    Membaca doa Tasyahud
    11. Salam
    Salam dimulai dari kanan ke arah kiri.
    Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak. (Lihat Zaadul Ma’ad, Ibnul Qayyim, 349-356, Darul Fikr dan Shohih Fiqih Sunnah, 1: 438)

Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat.

Barang siapa yang menyampaikan 1(satu) ilmu saja dan ada orang yg mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala


Propellerads