Rincian Kerugian Total Sari Roti

Published on January 2017

Pertama-tama perlu diketahui terlebih dahulu kekuatan dari yang namanya aksi boikot. Dilihat dari populasi negara Indonesia saja, boikot dari kaum minoritas pun sudah cukup memberikan dampak yang signifikan. Apalagi ini adalah aksi boikot oleh kaum mayoritas. Ditambah lagi sepertinya pihak Sari Roti terlalu meremehkan data pasar yang nyatanya terlalu banyak fluktuasi karena bergantung dari informasi yang berasal dari media-media yang cenderung represif terhadap kaum mayoritas Islam tersebut.

Kedua, aksi boikot adalah aksi dadakan yang membuat pihak Sari Roti tidak memiliki persiapan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan defisit yang sangat drastis. Contoh mudahnya adalah rotinya sudah terlanjur dibuat berdasarkan permintaan pasar yang sudah ada dari data sebelumnya, tetapi ternyata pembelinya tidak ada.

Ketiga, rata-rata pabrik produksi yang dimiliki Sari Roti adalah pabrik skala besar yang membutuhkan biaya maintenance (belum termasuk biaya produksi) sekitar kurang lebih lima miliar rupiah setiap bulannya. Tentu saja pembiayaan pabrik tersebut haruslah berasal dari profit atau keuntungan yang didapat. Dari situ dapat diprediksi sudah berapa jumlah pabrik Sari Roti yang tidak dapat beroperasional lagi nantinya.

SariRoti Bankrut

Sekarang data statistik menunjukkan bahwa jumlah unit roti yang tidak terjual dan sudah kadaluarsa akibat aksi boikot adalah 19.967.321 unit roti (sesuai dengan data resmi statistik tsb). Jika cukup kita kalikan dengan harga roti termurahnya yaitu 3000 rupiah, maka secara kasar nilai kerugiannya sudah mencapai 60 miliar rupiah selama sebulan setelah berlangsungnya aksi boikot. Jadi pastinya kerugian tersebut ditombok dengan cara mengorbankan BOP pabrik 5 miliar tadi. Sehingga minimal sudah dapat dipastikan 10 pabrik Sari Roti tidak akan berfungsi.

Next Page: Bos Sari Roti Yang Mengeluarkan Surat Keberatan 212 Pemicu Boikot Akhirnya Angkat Bicara Mengaku Teledor

Previous Page

BACA JUGA:

Back Home

Propellerads